Padamu yang
selalu mendamaikan hatiku. Waktu seolah berhenti ketika kau mulai menyapa dan
memberikan sebuah senyum indahmu. Entah kenapa aku selalu merasa jadi manusia
paling bahagia bila bersamamu dan tak lengkap jika kau tak ada. Seperti mentari
yang yang selalu menyapa pagi dengan penuh kehangatan dan senja yang memberikan
keindahan sebelum menyapa malam.
Aku yang
menunggumu, walaupun kau tak pernah memintanya, walaupun aku tak tahu kau akan
benar-benar pergi atau kembali. Tahu kah kau ? Sikapmu yang tidak menentu itu,
membuatku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, entah aku harus pergi atau aku
harus bertahan sembari berharap kau memenuhi janjimu dan menunggumu kembali.
Terkadang sikapmu sangat menyakitiku, namun disaat aku berusaha pergi, kau juga
yang membuatku merasa berarti dan sangat kau butuhkan. Namun disaat aku kembali
mengharapkanmu, dengan cara yang sama kau seolah membuangku.
Apa ini cara
Allah untuk menjagamu dan mempersiapkanku. Ataukah kita memang tidak
ditakdirkan untuk bersatu. Pernah ada ragu dalam hatiku, tapi istikharahku
selalu menuju padamu. Karena berakhirnya hubungan bukan berarti harus menghapus
namamu dalam do’a bukan. Masih ingat kan, kamu sendiri yang berkata “Sebut
namaku dalam setiap sujudmu”, aku menyanggupinya saat itu, dan aku
menganggapnya janji. Janji yang selalu aku tepati.
“Hati ini bagaikan karang, yang walau tergores ombak ribuan kali akan tetap di tempat menanti ia kembali.”
Maaf jika
selalu membuatmu merasa bersalah, percayalah semua bukan salahmu. Semua adalah
salahku, salahku yang dekat denganmu saat aku masih berpasangan, salahku yang
tidak bisa menerima semuanya, salahku yang tidak bisa menerima kalau kau masih
mengharapkannya, salahku yang terlalu mengharapkanmu, salahku juga yang terlalu
ingin membahagiakanmu hingga aku lupa menjadi yang menyenangkan bagimu. Maaf
kalau banyak orang yang menganggapmu bersalah, ini semua salahku yang terlalu mudah
luluh oleh kesederhanaanmu, aku yang terlalu egois menyatakan perasaanku
padamu. Wajar saja jika kamu marah, wajar kamu tidak kuat dengan semua tuduhan
yang memang bukan salahmu, maaf. Berbahagialah, jangan hirauaukan aku yang
hanya akan memendam rasa ini dan menunggumu kembali untuk memperbaiki mimpi
yang belum terwujud selama ini.
Tapi beri aku
satu alasan untuk menunggumu, meski kau tidak memberi kepastian. Jangan sampai
raguku menjadi alasan untuk berpisah tanpa ada usaha untuk memberi kejelasan.
Aku hanya bisa berharap kepastianmu, tapi dibalik semua itu apapun yang akan
kau minta, aku masih akan tetap menunggumu, walaupun kau tak pernah memintanya,
dan tidak peduli kau kembali atau tidak. Aku akan terus memintamu, walau kau
tak pernah menyebut namaku dalam setiap bait do’a mu. Namun aku pun natinya
akan menyerah, jika harapku hanya milikku dan tidak pernah sampai padamu.
”Raga ini bagaikan karang, terkunci dimana ia berdiri, tegak menantimu datang, walau kemudian pergi kembali.”
Andai
waktu bisa diulang, aku tidak akan pernah melepasmu ketika kau memintanya saat
itu walaupun hanya sesaat, sehingga aku tidak perlu menunggumu kembali. Aku tau
aku memang tidak benar-benar melepasmu saat itu, akupun tidak pernah mengatakan
kalau hubungan itu berakhir. Namun semua sudah terjadi apalah dayaku yang hanya
manusia biasa, sekeras apapun usahaku kalaupun takdir yang berbicara semua
tidak ada artinya. Setidaknya aku selalu memperjuangkan semuanya bahkan hingga
detik ini, dan berharap tidak ada lagi penyesalan suatu saat nanti.
Terima kasih
telah menjadi seseorang yang amat berarti, terima kasih untuk masih mau
berteman baik denganku meskipun mungkin saat ini kau sudah menemukan
penggantiku, terima kasih telah menyempatkan waktumu untuk memberi kabar
padaku, meskipun sudah tidak sesering dulu, tapi itu cukup buatku. Cukup
untukku tau kabar darimu meskipun itu hanya “Alhamdulillah kabarku
baik”,”Sekolahku lancar kok, ujiannya juga ga ada masalah”, atau bahkan jika
kau bertanya padaku “Gimana kabarnya ? Jaga diri baik-baik ya!”. Kau tau,
karena pernah mencintaimu sedalam ini, aku ragu suatu saat nanti bisa memberi
rasa yang sama kepada perempuan lain seperti rasa yang aku berikan padamu. Rasa
ini memang datang dengan cepat, namun sampai kapanpun rasa ini akan lekat.
“Pergilah kemanapun yang engkau mau, bersama siapapun yang kau suka. Lalu kembalilah ketika tidak ada seorangpun yang mencintaimu selain aku.”
Suatu saat nanti, ingatlah aku
yang selalu menunggumu, walaupun kau sedang menunggu pria lain.
Dariku,
Seseorang yang selalu menunggumu
Ditulis Oleh : Krisna Adji S. ~ Tutorials, Game, Blogging, Information
Sobat sedang membaca artikel tentang Aku Yang Akan Selalu Menunggumu, Tidak Peduli Kau Kembali Ataupun Tidak. Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Saling menghargai kreatifitas sobat Blogger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar