Lucu sekali memang perjumpaan kita
yang hanya mengenal via akun sosial media. Kau yang awlanya mengomentari
Display Picture BBMku membuatmu semakin kenal denganku. Aku selalu terbuka bagi
siapa saja yang ingin mengenalku. Awalnya kita hanya sekedar bercerita tentang
pengalaman kita masing-masing. Tak pernah terfikirkan bagiku sebelumnya bahwa
semua itu membuat kita semakin dekat.
Masih
teringat jelas, dari awal kita saling meledek tentang pengalaman pahit yang
kita ceritakan namun terkadang juga saling memberi semangat. Hingga panggilan
“Mblo” menjadi panggilan pertama darimu, hingga akhirnya berganti menjadi
“Bebek”. Perkenalan singkat itu semakin membuat kita penasaran dan memutuskan
untuk bertemu. Aku tau kau sedang bersedih saat itu, dan aku memberanikan diri
menghiburmu dengan mengajakmu jalan-jalan. Di siang yang panas itu, kau
menugguku di depan rumah tetanggamu. Kau berbeda dari wanita lainnya. Kau ramah
dan mudah bergaul, bahkan untuk seseorang yang baru kau kenal sepertiku.
Di siang itu aku pertama kali melihatmu dan pertama kali aku mulai mencintaimu
Aneh memang, setiap kali aku
melihatmu aku seperti orang yang tak pernah memiliki masalah. Aku terpesona
dengan keramahan dan kesederhanaan dirimu. Masih teringat jelas di memoriku
saat kita pertama bertemu dan tak tau menentukan kemana tujuan kita saat itu,
hingga akhirnya kita memutuskan berhenti di sebuah kafe yang sampai nanti akan
selalu aku kunjungi bila aku sedang rindu dengan masa itu.
Singkat memang pertemuan kita. Tapi aku mulai mencintaimu saat itu, bahkan hingga saat ini.
Taukah kau aku mulai mencintaimu ?
Saat kau hadir laksana mentari dikala hujan datang. Akan tetapi ada satu hal
yang membuatku harus menghentikan perasaan ini walaupun aku tau mungkin itu
teramat sulit. Ditengah rasa yang semakin dalam ini masa lalumu kembali datang
dan membayangi hubungan ini, yang membuatku melakukan kesalahan-kesalahan yang
memang seharusnya tidak aku lakukan. Hancur seketika seluruh hatiku saat aku
tau kau memang masih menyimpan rasa padanya. Kau datang sebagai pengobat hati,
tapi kau buat luka yang sama persis. Taukah kau perasaanku kini ? Bukan tak
ingin memperjuangkanmu, bukankah kau tau kondisiku ? Aku bahkan tak menyangka
jemariku yang sedang menyusun aksara kini tak menyangka ia masih mampu menata
kalimat bagimu.
Terkadang memang tuhan hanya
mempertemukan, bukan mempersatukan. Biarlah aku mencintaimu dalam diamku. Tak
perlu kau khawatir, aku jauh lebih kuat dari yang kau pikir. Walau kini kau
sudah mulai menata kembali hidupmu dengannya, ijinkan aku tetap mencintaimu
dengan membawa semua janji manismu beserta mimpi ‘kita’ yang dulu pernah ada.
Aku tau memang yang istimewa tak akan pernah tergantikan. Dan jika kelak memang
kita tak bisa bersama, kenali aku sebagai teman baik, yang pernah memimpikan
satu atap bersamamu.
Dariku,
Seseorang yang telah mencintaimu sedalam ini
Ditulis Oleh : Krisna Adji S. ~ Tutorials, Game, Blogging, Information
Sobat sedang membaca artikel tentang Untukmu, Yang Mengajarkan Arti Keikhlasan. Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Saling menghargai kreatifitas sobat Blogger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar